Sejak zaman dulu, orang sudah
meneliti masalah posisi senggama. Bangsa Asia yang banyak membahas masalah
seksual adalah India ,
seperti diterbitkannya buku Kamasutra maupun bangsa-bangsa Cina kuno. Di samping
bangsa Asia , orang-orang Eropa maupun Amerika
juga menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap masalah ini.
Pada abad keenambelas Sheikh Nefzaoui menulis The
Perfumed Garden yang memuat tiga puluh enam posisi penetrasi. Namun, semua
posisi yang ditulis dalam buku tersebut baru dapat dilakukan bila kedua
pasangan sama-sama sehat dan tidak mengalami gangguan fisik.
Dari tiga puluh enam posisi tersebut, dua puluh lima di antaranya baru
dapat dilakukan bila setiap pasangan sehat. Dalam buku tersebut tertulis,
“Hanya dapat dipraktikkan bila keduanya, baik lelaki maupun perempuan bebas
dari cacat fisik dan bentuk tubuh yang dapat dianalogkan dengan cacat fisik,
sebagai contoh salah satu pasangan tidak boleh ada yang berpunggung bungkuk”.
Yang lebih mencengangkan adalah pendapat seorang guru
senam asal Jerman. Dengan kepandaiannya yang luar biasa, dia mampu menghitung
secara cermat posisi penetrasi yang layak dilakukan oleh pasangan. Menurutnya,
ada 531 posisi yang berbeda yang dapat Anda coba.
Tentunya, tidak setiap posisi penetrasi dapat dicoba oleh
pasangan, entah karena keterbatasan fisik maupun tingkat kesulitan yang bakal
dihadapi. Apalagi, setiap posisi belum tentu menjamin tingkat kepuasan yang
mereka harapkan. Ada
posisi yang sangat merangsang bagi lelaki, tetapi kurang nikmat bagi perempuan,
atau sebaliknya.
Dari ratusan posisi yang ditawarkan, secara sederhana
dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu posisi berbaring,
posisi duduk dan posisi berdiri. Setiap posisi, baik yang berbaring, duduk
maupun berdiri bisa dikembangkan lagi menjadi berbagai macam variasi.
Variasi posisi itu, masing-masing memiliki kelebihan dan
kekurangan, sehingga sulit menemukan posisi yang baik dan tepat bagi semua
orang. Posisi yang Anda pilih dapat disesuaikan dengan keadaan fisik dan psikis
yang ada pada diri Anda maupun pasangan.
@benKLIK: ”Juga menyenangkan meniru
binatang seperti anjing, kijang dan domba, mencontoh gerakan dan salak mereka,
menyerang mendadak seperti kuda atau mencakar punggung Anda seperti dua kucing
yang sedang marah” (Kama Sutra)


Comments
Post a Comment